Sun. May 9th, 2021

Nampaknya dengan adanya pajak gratis bagi kendaraan roda empat atau kendaraan disegmen kurang atau sama dengan 1.500 cc kategori sedan dan 4×2 yang diberikan keringanan pajak, dimulai sejak maret 2021 maka otomatis banyak orang membeli mobil baru di tengah pandemi yang meluluh lantakkan banyak sektor perekonomian.

Walau terlihat menggiurkan apalagi banyak mobil yang ditawarkan dibawah harga 200 juta, tentu membuat kamu lebih memilih mobil baru dibandingkan membeli mobil bekas bukan?

Tapi nih gan, walau perang di segment otomotif mobil branded dari Jepang tetap menguasai pasar, Toyota, Honda, Suzuki, Mitsubishi, Daihatsu, Datsun, Mazda tetap merajai pasar dibandingkan mobil eropa yang mulai bermain di segment pasar yang murah seperti Renault, VW, MG-S dan lainnya.

Untuk itu kita harus pikirkan kembali juga bila ingin membeli mobil, terutama masalah dana jangan sampai karena tergiur kata ‘murah’ bisa jadi malah finansial kamu, malah memburuk di masa depan.

Bila dana mencukupi, tentukan pilihan mobil yang kamu inginkan baik itu dari model, fitur, keamanan, transmisi dan keunggulan lainnya. Ini akan jadi pertimbangan, jangan termakan brand juga yang jelas fungsionalnya itu yang penting.

Sekarang pastinya kamu bingung ketika memutuskan untuk beli mobil baru atau bekas, kalau kamu sultan yang uangnya tak berseri mungkin hal ini tak usah dipikirkan.

Namun kalau dana ngepas, otomatis kamu harus mempertimbangkan bila membeli mobil baru, tetutama harga jual kembali yang pasti akan terkoreksi hingga 25% dari harga beli, pajak yang dibayarkan tentu akan lebih mahal karena tahun yang lebih muda. Tapi pemakaian lebih puas, resiko kecil kalau ada kerusakan jelas kan masih baru.

Lantas di harga yang sama dengan mobil baru, kamu bisa membeli mobil dengan spesifikasi lebih mewah tapi bekas. Tentu hal ini menjadi dilema bukan, bayangkan mobil impian ada di depan mata tapi bekas.

Contohnya mobil bekas seharga dibawah Rp 200 juta, ada Mazda RX-8 2005, Audi A4 1.8 TFSI 2008, Toyota Camry 2013, Mercedes-Benz E-Class W211, Toyota Alphard Generasi Kedua, BMW Seri 3 E90, Nissan Elgrand Generasi Kedua. Itu semua contoh mobil bekas dibawah 200 jutaan.

Bandingkan dengan mobil baru yang harganya 200 jutaan, seperti Daihatsu Luxio, DFSK Glory 560, Kia Sonet, Nissan Livina, Suzuki Baleno, Suzuki Ignis, Honda Mobilio, Daihatsu Terios, Toyota Rush, Mitsubishi Xpander, Toyota Avanza dan lainnya.

Lebih prestise mana mobil bekas dan mobil baru di angka 200 jutaan? Tentu brand mobil bekas dan tampilannya lebih mewah dan elegant.

Kelemahannya mobil bekas biaya perawatan bisa membengkak, karena namanya bekas pasti ada suku cadang yang mengalami kerusakan. Apalagi mobil mewah biasanya cukup mahal juga suku cadangnya.

Nah, setidaknya antara membeli mobil bekas atau baru keduanya punya kelebihan dan kekurangan. Namun kalau kamu yang disuruh memilih, apa pilihanmu nih gan?

Terima kasih yang sudah membaca thread ini sampai akhir, semoga bermanfaat, tetap sehat dan merdeka. See u next thread.

By admin

Leave a Reply