Sun. May 9th, 2021

Gagal ginjal kronis (GGK) merupakan penyakit mematikan yang disebabkan penurunan fungsi organ dalam tersebut. Ginjal berfungsi menyaring kelebihan cairan dan kotoran dalam darah sebelum dibuang dalam bentuk urin. Penumpukan sisa metabolisme ini bisa berakibat fatal sehingga membutuhkan berbagai penanganan termasuk cuci darah rutin. Penyakit yang diderita mendiang Radhar Panca Dahana ini menjadi salah satu pembunuh mematikan bagi warga dunia, termasuk Indonesia. Prevalensi penyakit ini lebih tinggi pada profesi tertentu, misalnya sopir karena konsumsi minuman berenergi dan soda yang lebih tinggi. Mengacu pada Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan tahun 2004, konsumsi minuman itu lebih dari tiga kali per bulan dapat meningkatkan risiko Penyakit Ginjal Kronis (PGK) hingga 25,8 kali.

Selain itu, obesitas, pola makan, dan kebiasaan merokok juga dapat meningkatkan risikonya, seperti hasil riset yang dipublikasikan di Journal of Kidney Disease. Penelitian ini dilakukan pada 2.300 orang dewasa kulit hitam dan putih dengan rentang usia 28 sampai 40 tahun.

Riset Johns Hopkins University itu membuktikan bahwa makanan berkualitas buruk bisa mempercepat penurunan fungsi ginjal seseorang yang sebelumnya normal. Misalnya saja makanan olahan, minuman manis, dan natrium.

Sementara itu, orang obesitas memiliki risiko dua kali lipat menderita penyakit ini. Hal ini erat kaitannya dengan pola makan tidak sehat yang menjadi penyebab berat badan berlebih.

Adapun orang yang merokok memiliki risiko 60 persen lebih tinggi mengidap penyakit ginjal. Hanya satu persen orang tanpa gaya hidup tidak sehat tersebut yang menunjukkan gejala kerusakan ginjal lebih cepat dari seharusnya.

Alex Chang, ahli nefrologi yang memimpin penelitian ini, menilai perubahan gaya hidup bisa menjadi faktor penting untuk mencegah penyakit ginjal.

“Dengan makan dengan baik, berhenti merokok, dan mempertahankan berat badan normal, orang dapat melindungi ginjal mereka dan mencegah kerusakan di masa mendatang,” ujarnya, dikutip dari laman National Kidney Foundation.

Untuk lebih menekan risiko terserang penyakit ginjal, ada lima pola makan yang bisa kita aplikasikan, yaitu:

  • Kurangi asupan garam

WHO menganjurkan untuk membatasi konsumsi sodium 2.400 mg atau sekitar 1 sendok teh garam per hari. Karena itu, pastikan untuk tidak terlalu sering melanggar anjuran ini untuk ginjal yang lebih sehat. Hindari memasak makanan yang terlalu asin atau penggunaan garam terlalu banyak. Perhatikan pula kadar natrium pada makanan kemasan yang biasanya cukup tinggi, seperti mi instan.

  • Kurangi daging merah

Daging sapi dan kambing memang lezat, apalagi jika diolah dengan rempah tradisional khas Indonesia. Sayangnya, makanan tinggi protein, terutama yang mengandung protein hewani dalam jumlah besar, dapat membahayakan ginjal.

  • Batasi soda

Seperti disebutkan di atas, konsumsi soda menjadi salah satu faktor utama menurunnya kerja ginjal. Pasalnya, soda mengandung zat tambahan fosfor yang dapat merusak ginjal. Selain itu, minuman ini juga minim faedah karena berkalori tinggi dan tidak mengandung nilai gizi.

  • Hindari makanan olahan

Kita hidup di era makanan olahan tersedia begitu banyak di pasaran. Makanan ini rasanya lezat dan siap disantap kapan saja. Namun, jangan tergoda karena efeknya bisa begitu buruk untuk kesehatan tubuh. Pasalnya, makanan olahan memiliki zat aditif natrium dan fosfor yang tinggi dan keduanya dapat memiliki efek negatif pada ginjal.

  • Batasi konsumsi gula

Kementerian Kesehatan merekomendasikan konsumsi gula per hari maksimal 50 gram atau setara dengan empat sendok makan. Terlalu banyak asupan gula bisa meningkatkan berbagai penyakit, termasuk obesitas dan diabetes yang kerap memicu kerusakan ginjal.

By admin

Leave a Reply