Sun. May 9th, 2021

Fitur Electronic Stability Control (ESC) atau juga disebut ESP (Electronic Stability Program) di beberapa mobil dirancang untuk membantu pengemudi mempertahankan kontrol kendaraan saat manuver kecepatan tinggi atau di jalan licin.

Biasanya kondisi itu menimbulkan gejala oversteer atau understeer. “Kontrol Stabilitas Elektronik atau disebut ESP merupakan sebuah teknologi terkomputerisasi yang bertujuan meningkatkan keamanan dari sisi pengendalian mobil dengan cara mendeteksi dan meminimalisir slip,” ujar Sokhimi selaku Service Advisor Daihatsu Astrido Serpong.

Ketika kontrol ini mendeteksi adanya kehilangan kontrol pengendalian, maka dengan otomatis sistem ini akan membantu rem mengendalikan mobil.

“Sistem pengereman langsung berjalan ke masing-masing roda, rem roda depan akan mencegah oversteer dan rem roda belakang mencegah understeer,” imbuhnya.

Kadang, sistem ini juga mengurangi tenaga mesin sampai mobilnya terkontrol kembali. Menurut IIHS dan NHTSA (badan regulasi keselamatan otomotif AS), sepertiga dari total kecelakaan fatal dapat dicegah oleh teknologi ini.

Kontrol stabilitas elektronik adalah nama umum yang dikenali oleh Asosiasi Produsen Mobil Eropa (ACEA), Society of Automotive Engineers (SAE) (Amerika Utara), Asosiasi Produsen Mobil Jepang, dan lembaga dunia lainnya.

By admin

Leave a Reply